perkembangan motorik anak

Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0-2 Tahun

Motorik kasar merupakan otot-otot besar pada tubuh manusia yang mulai berkembang pada usia dini. Jenis motorik ini mempengaruhi seseorang, khususnya anak anda dalam melakukan berbagai macam aktivitas fisik yang mengandalkan keseimbangan, contohnya saja seperti berlari dan berjalan. Jika motorik kasar dapat berfungsi dengan baik, hal tersebut menandakan bahwa kemampuan motorik anak sudah matang.

Tahapan Perkembangan Motorik Kasar

Pada usia 0-2 tahun, meskipun perkembangan anak anda dalam menggerakan anggota tubuh masih terbatas, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa anak dapat mengembangkan kemampuan motorik kasarnya secara cepat, terlebih lagi jika anda secara rutin memberikan ransangan aktivitas, contohnya saja seperti duduk, merangkak dan berjalan. Hal tersebut menjadi langkah awal anak dalam melatih motorik kasar pada tubuhnya, sehingga dapat melakukan kegiatan yang mengandalkan otot besar.

  1. Duduk

Untuk melakukan posisi duduk, usaha yang harus dilakukan anak anda adalah mengangkat sebagian tubuhnya, lalu mempertahankan keseimbangannya dengan mengandalkan bagian pantat untuk duduk. Selain itu, posisi kaki anak dapat di arahkan lurus ke depan ataupun sedikit di tekuk, hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan anak dalam mengoptimalkan motorik kasar pada tubuhnya.

  1. Merangkak

Setelah anak berhasil melakukan aktivitas duduk, selanjutnya adalah melakukan aktivitas merangkak yang mengandalkan dua telapak tangan dan dua lutut kaki. Pada aktivitas ini, motorik kasar pada tubuh bekerja lebih aktif, sehingga dibutuhkan usaha ekstra dalam melakukannya. Kegiatan ini merupakan tahap yang harus anak anda lalui sebelum berjalan dengan kedua kakinya saja.

  1. Berjalan

Tahap terakhir dalam pengembangan motorik kasar pada tubuh adalah berjalan. Iya, aktivitas berjalan memberikan tantangan untuk anak dalam mempertahankan posisi tubuh hanya dengan mengandalkan kedua kakinya saja. Mungkin pada tahap ini anak anda akan sering terjatuh. Namun tenang saja, seiring berjalannya waktu, kemampuan berjalan anak akan terasah dengan sendirinya.

Aktivitas yang Merangsang Kemampuan Motorik Kasar

Seringkali anda masih bingung ataupun minim akan pengetahuan mengenai cara mengasah kemampuan motorik kasar anak guna berkembang dengan baik. Karena jika salah menerapkan cara pelatihan, maka kemampuan anak dalam mengembangkan motorik kasarnya akan terhambat. Maka dari itu, terdapat berbagai macam aktivitas yang dapat anda aplikasikan kepada anak, diantaranya adalah tummy time hingga bermain bola.

  1. Tummy Time

Tummy time merupakan sebuah aktivitas dimana anak melakukan posisi tengkurap sembari bermain dengan mainan kesukaannya. Fungsi dari tummy time sendiri adalah mengasah kekuatan otot punggung dan leher pada anak anda.

  1. Menoleh Kepala

Selain melatih anak untuk mengangkat kepalanya, aktivitas menoleh pun tidak kalah penting. Beri rangsangan berupa suara atau pergerakan suatu benda guna memancing anak untuk menoleh ke berbagai macam sisi.

  1. Bermain Bola

Aktivitas bermain bola mengandalkan kemampuan motorik kasar anak secara besar, khususnya melatih keseimbangan anak dalam berdiri dan menangkap bola.

Meskipun sederhana, faktanya melatih kemampuan motorik kasar anak anda pada usia ini sangatlah penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, ayo melatih anak dengan berbagai macam aktivitas bermanfaat yang mampu mengembangkan kemampuan motorik kasarnya dengan baik dan benar.